Banner 468x 60

Selasa, 23 September 2025

Apa itu konfigurasi mikrotik?

KONFIGURASI DASAR MIKROTIK


1. Pengenalan MikroTik

MikroTik adalah platform pengendali lalu-lintas jaringan — baik untuk jaringan kecil (rumah/sekolah) maupun besar (kantor/ISP).MikroTik RouterOS adalah sistem operasi berbasis Linux yang digunakan untuk mengelola router, firewall, hotspot, VPN, dan jaringan lainnya.

Dapat dikonfigurasi melalui:

  • Winbox (paling umum & mudah)

  • WebFig (melalui browser)

  • CLI / Terminal

  • SSH & Telnet

1. Arsitektur & Cara Kerja (konsep)

  • Komponen perangkat keras: port Ethernet (LAN/WAN), interface wireless (jika ada), CPU, RAM, penyimpanan. Performa bergantung hardware.

  • RouterOS: menyediakan fitur jaringan lewat subsistem terpisah (mis. subsystem routing, firewall, bridge, wireless).

  • Mode akses: GUI (Winbox/WebFig) dan CLI (terminal). Kedua cara hanya antarmuka; inti logika tetap di RouterOS.

  • Stateful processing: banyak fitur (firewall, NAT) bekerja berdasar status koneksi (new, established, related, invalid).

2. Interface & Bridge (konsep)

  • Interface fisik = port fisik (ether1, wlan1, dsb.).

  • Bridge = “jembatan” yang menggabungkan beberapa interface menjadi satu domain broadcast (analog: satu ruangan yang menghubungkan beberapa pintu).

    • Bridge sering digunakan untuk membuat fungsi switch (layer 2) di router.

  • Virtual interfaces = VLAN, Virtual AP, tunnel interfaces (VPN).

  • Penting untuk membedakan layer 2 (switching/bridge) dan layer 3 (routing/IP).


3. IP Addressing & Subnetting (konsep)

  • IP address memberi identitas layer-3 untuk setiap interface/network.

  • Subnet membatasi ruang alamat; memilih subnet yang tepat mempengaruhi routing dan keamanan.

  • Gateway (default route): alamat router yang digunakan klien untuk akses ke jaringan lain (mis. internet).

  • DNS: penerjemah nama domain → IP; router bisa menjadi resolver atau meneruskan ke DNS publik.


4. DHCP (konsep & perilaku)

  • DHCP server memberi IP dinamis ke klien dari sebuah pool.

  • Lease = data sewa alamat (durasi, MAC, assigned IP).

  • DHCP dapat menyertakan info lain: gateway, DNS, NTP, opsi khusus (mis. PXE).

  • Ada hubungan erat antara DHCP, ARP, dan tabel lease — penting untuk troubleshooting perangkat yang "hilang".


5. NAT (Network Address Translation) — konsep & kapan dipakai

  • NAT source (masquerade): menyamarkan IP privat menjadi IP publik untuk akses internet — umum di jaringan rumah/SME.

  • NAT destination (port-forwarding): meneruskan koneksi dari IP publik/port tertentu ke IP privat internal.

  • NAT mengubah cara alamat dilihat di luar jaringan; memengaruhi troubleshooting (lihat koneksi dari sisi server publik).


6. Firewall (konsep logika & prinsip)

  • Firewall MikroTik bersifat stateful: memeriksa state koneksi.

  • Chain utama: biasanya ada input (ke router), forward (melintasi router), dan output (dari router).

  • Rule bekerja berurutan — urutan kritikal. Setiap rule mengecek kondisi (src/dst IP, port, interface, protocol, state) lalu menentukan action (accept, drop, reject, log, dst-nat, src-nat).

  • Prinsip desain: default deny (blokir apa yang tidak perlu), whitelisting untuk akses admin, dan logging untuk kejadian penting.


7. Routing (static & dynamic)

  • Static routing: rute yang diatur manual. Sederhana dan deterministik untuk jaringan kecil.

  • Dynamic routing: protokol seperti OSPF, BGP (skop ISP/enterprises). Gunanya: menukar informasi rute otomatis antar router, mendukung redundancy dan skala besar.

  • Konsep yang penting: metric, administrative distance, route preference, next-hop.


8. VLAN & Trunking (konsep jaringan tersegmentasi)

  • VLAN (Virtual LAN) memisahkan domain broadcast dalam satu fisik switch/router.

  • Tagged vs Untagged traffic: VLAN tags (802.1Q) menandakan keanggotaan paket pada VLAN tertentu.

  • Trunk = link yang membawa beberapa VLAN (umumnya antar switch/router).

  • VLAN berguna untuk: segmentasi keamanan (mis. tamu vs staf), optimasi trafik, dan isolasi layanan.


9. Wireless (konsep radio & keamanan)

  • Mode dasar: AP (access point) — client — station — bridge.

  • Frekuensi (2.4 GHz vs 5 GHz): trade-off jangkauan vs throughput.

  • Channel planning: menghindari interferensi dengan memilih channel tidak bertumpuk.

  • Security: WPA2/WPA3 lebih aman; hindari WEP/PPTP karena lemah. Autentikasi bisa berbasis PSK atau enterprise (RADIUS).

  • Throughput vs Range: pengaturan modulasi (MCS), channel width memengaruhi keduanya.


10. Hotspot / Captive Portal (konsep layanan akses)

  • Hotspot menyediakan halaman login/captive portal di mana pengguna harus autentikasi sebelum akses internet.

  • Komponen: captive portal redirect, user database (local, RADIUS), voucher/account management, bandwidth profile.

  • Umumnya dipakai di kafe, sekolah, dan tempat publik untuk kontrol akses dan pembatasan.


11. VPN (tujuan & tipe umum)

  • Tujuan: sambungan aman antar jaringan/jaringan-ke-user melalui jaringan publik.

  • Tipe populer:

    • IPsec: protokol tunneling terenkripsi; sering dipakai antar-site (site-to-site).

    • L2TP over IPsec: kombinasi layer-2 tunneling + IPsec security.

    • OpenVPN: fleksibel, berbasis TLS.

    • WireGuard: modern, ringan, performa tinggi (lebih sederhana dalam konfigurasi konsep).

  • Pertimbangan: interoperabilitas, performa, manajemen kunci, NAT traversal.


12. QoS & Traffic Shaping (konsep prioritas trafik)

  • QoS mengatur prioritas trafik (mis. VoIP prioritas tinggi, download background prioritas rendah).

  • Traffic shaping: membatasi/buffer trafik agar tidak melebihi kapasitas link, mencegah saturasi.

  • Queue: mekanisme untuk mengantre paket; ada prioritas, rate-limiting, burst handling.


13. Monitoring, Logging & Troubleshooting (konsep alat bantu)

  • Monitoring: memantau kinerja, penggunaan bandwidth, dan kesehatan perangkat (SNMP, NetFlow/Traffic Flow, syslog).

  • Logging: catat event penting (login, firewall drops, interface flaps).

  • Diagnostik konsep:

    • Ping untuk cek konektivitas dasar.

    • Traceroute untuk melihat path.

    • ARP/NAT/DHCP tables untuk mapping IP↔MAC/lease.

    • Traffic monitor (torch/flow) untuk melihat port & protokol aktif.

  • Prinsip troubleshooting: replikasi masalah → isolasi segmen → cek tabel & log → korelasi waktu kejadian.


14. Backup & Recovery (konsep manajemen konfigurasi)

  • Backup = snapshot konfigurasi dan/atau file sistem. Penting untuk recovery cepat.

  • Export vs Backup: export menghasilkan config dalam teks (bisa dibaca/edit), backup sering biner (lebih cepat restore).

  • Versi & dokumentasi: catat perubahan konfigurasi (who, what, why, when) agar mudah rollback.


15. Keamanan & Praktik Terbaik (konsep kebijakan)

  • Kebijakan akses manajemen: ubah default login, gunakan akun terpisah dengan hak terbatas, batasi akses via IP, gunakan SSH/TLS (bukan telnet).

  • Pembaharuan: patch RouterOS bila tersedia (selalu lakukan uji coba).

  • Principle of Least Privilege: akun hanya diberi hak yang diperlukan.

  • Proteksi layanan: matikan layanan yang tidak dipakai (FTP, API, www jika tak perlu).

  • Monitoring anomali & alert: deteksi login mencurigakan, serangan brute-force, atau trafik tak biasa.

  • Segmentasi jaringan: pisahkan jaringan sensitif (server, admin) dari publik/tamu.


16. Perencanaan Topologi & Kapasitas (konsep arsitektur)

  • Analisis kebutuhan: estimasi jumlah pengguna, jenis layanan (VoIP, video, web), throughput puncak, ketersediaan (uptime SLA).

  • Redundansi: link ganda, routing dinamis, failover, backup power.

  • Skalabilitas: desain modular (VLAN, VRF, multiple routers) agar bisa berkembang.

  • Pertimbangan biaya vs performa: pemilihan RouterBOARD atau perangkat kelas ISP bergantung kebutuhan.


17. Kasus Penggunaan Konseptual (tanpa praktek)

  • Sekolah kecil: satu MikroTik sebagai gateway; NAT untuk internet, DHCP untuk siswa, hotspot untuk tamu, firewall dasar untuk keamanan.

  • Kantor menengah: VLAN untuk departemen, QoS untuk VoIP, VPN site-to-site ke kantor cabang, monitoring untuk SLA.

  • ISP kecil: routing BGP (jika banyak koneksi), Carrier-grade NAT (CGNAT) pertimbangan, manajemen user dan billing (hotspot/PPPoE).


18. Istilah Penting (glosarium singkat)

  • Bridge: jembatan layer-2.

  • NAT: penerjemah alamat jaringan.

  • DHCP Lease: periode alamat dinamis diberikan.

  • Interface: titik koneksi jaringan (fisik/virtual).

  • Chain (firewall): jalur pemrosesan paket (input/forward/output).

  • Trunk: link yang membawa banyak VLAN.

  • Throughput: kapasitas data aktual di jaringan.

  • Mikrotik RouterOS: OS jaringan untuk RouterBOARD/PC.


19. Rekomendasi Belajar Lanjutan (urutan yang logis)

  1. Pahami dasar jaringan IP & subnetting (IP, mask, gateway, DNS).

  2. Konsep switch vs router & layer OSI.

  3. Konsep DHCP, NAT, dan firewall stateful.

  4. Segmentasi (VLAN) & bridging.

  5. VPN & keamanan.

  6. Traffic shaping & QoS.

  7. Monitoring & troubleshooting konseptual.

  8. Desain topologi & perencanaan kapasitas.


0 komentar:

Posting Komentar